AFN News
Berita Utama

PLN Evaluasi Sistem Kelistrikan, Menteri ESDM Minta Gangguan Pasokan Listrik Tak Terulang

A
Ash Fiyain Nisa'
11x dibaca
PLN Evaluasi Sistem Kelistrikan, Menteri ESDM Minta Gangguan Pasokan Listrik Tak Terulang

JAKARTA — PT PLN (Persero) menjadi sorotan publik setelah terjadinya pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa. Gangguan tersebut menimbulkan keluhan dari masyarakat, pelaku usaha, hingga sektor layanan publik yang bergantung pada pasokan listrik stabil.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi. PLN menyatakan bahwa pemadaman bergilir dilakukan sebagai langkah pengamanan sistem kelistrikan setelah terjadi gangguan pasokan daya. Perusahaan juga memastikan proses pemulihan dilakukan secara bertahap agar sistem kembali stabil.

Dalam keterangannya, PLN menjelaskan bahwa gangguan kelistrikan tidak hanya berkaitan dengan satu faktor. Selain adanya kendala teknis pada sejumlah pembangkit, pasokan batu bara dengan kualitas tertentu juga menjadi perhatian. Kondisi tersebut membuat PLN harus melakukan pengaturan beban agar sistem kelistrikan tetap aman dan tidak mengalami gangguan yang lebih luas.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, turut memberikan tanggapan atas persoalan tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan evaluasi terhadap PLN, khususnya terkait kesiapan pasokan energi primer untuk pembangkit listrik. Menurutnya, sistem kelistrikan nasional harus memiliki perencanaan yang lebih kuat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Bahlil menyoroti pentingnya pengelolaan batu bara sebagai bahan bakar utama bagi sebagian pembangkit listrik. Ia menilai PLN perlu memastikan bahwa pasokan batu bara tersedia tidak hanya dari sisi jumlah, tetapi juga dari sisi kualitas. Batu bara dengan kualitas yang tidak sesuai dapat memengaruhi kinerja pembangkit dan berpotensi mengganggu stabilitas pasokan listrik.

“Yang paling penting adalah bagaimana kejadian seperti ini tidak terulang. PLN harus memastikan pasokan energi primer, kesiapan pembangkit, dan sistem operasi berjalan dengan baik,” ujar Bahlil dalam evaluasi sektor ketenagalistrikan.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM meminta PLN mempercepat langkah pemulihan dan memperkuat sistem pengawasan terhadap rantai pasok energi. Evaluasi dilakukan mulai dari kebutuhan batu bara tahunan, distribusi ke pembangkit, kesiapan cadangan, hingga koordinasi dengan produsen listrik swasta.

Selain itu, Bahlil juga meminta agar komunikasi kepada masyarakat diperbaiki. Menurutnya, pemadaman listrik berdampak langsung terhadap aktivitas warga dan dunia usaha, sehingga informasi terkait gangguan, jadwal pemulihan, serta kanal pengaduan harus disampaikan secara cepat dan jelas.

Pengamat energi menilai kasus ini menjadi peringatan penting bagi pemerintah dan PLN untuk memperkuat ketahanan sistem kelistrikan nasional. Ketergantungan terhadap pembangkit berbasis batu bara masih cukup besar, sehingga gangguan pada pasokan bahan bakar dapat berdampak luas terhadap pelayanan listrik.

Di sisi lain, percepatan transisi energi juga dinilai perlu dilakukan secara hati-hati. Pemerintah harus memastikan bauran energi baru terbarukan terus meningkat, namun tetap menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat. Pembangkit berbasis energi bersih seperti tenaga surya, air, panas bumi, dan angin dapat menjadi bagian dari solusi jangka panjang, tetapi membutuhkan investasi dan infrastruktur pendukung yang matang.

PLN menyatakan akan terus memperbaiki sistem operasional dan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah. Perusahaan juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan resmi seperti PLN Mobile dan Call Center PLN 123 apabila mengalami gangguan listrik di wilayah masing-masing.

Dengan evaluasi menyeluruh dari Kementerian ESDM dan langkah perbaikan dari PLN, masyarakat berharap pasokan listrik dapat kembali normal dan lebih andal. Kejadian pemadaman bergilir ini menjadi pelajaran penting bahwa listrik bukan hanya kebutuhan rumah tangga, tetapi juga tulang punggung kegiatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan layanan publik.